jump to navigation

Fun With My Own Stupidity July 13, 2008

Posted by antoxz in junk.
8 comments

Cerita beberapa hari lalu dari seorang Dj maha legit yang berkediaman di Yogya. Dikisahkan pada suatu malam seorang Dj yang berkediaman di Klebengan pulang dari kantornya di Center of Information and Communication Technology (baca:poskom) UGM dan merasa kelaparan. Sang Dj pulang ke kosnya di klebengan untuk berganti pakaian dan segera meluncur ke Burjo “Murni” di Jl. Kaliurang KM 4.5. Setelah memesan intel goreng dan memakan segepuk gorengan tempe sang Dj menyadari bahwa busana yang di pakai ternyata berganti dan betapa kagetnya saat mengingat bahwa semua uang dan dompetnya ada di busana yang dia gunakan di kantor. Dengan nada maha gugup sang Dj pun mencoba menghubungi temannya Adi untuk meminta tolong diantarkan segengam duit untuk membayar Burjo. Tanpa saya sadari saya telah mengganggu aktifitas phone sex-nya (ya maap!). Sambil merokok, mbah Dj menunggu temennya yang akhirnya datang juga setelah di Burjo hampir 45 menit. Burjo pun dibayar, nasib dan kemaluan saya kepada penjaga Burjo ditebus malam itu juga.

Akhirnya kami berdua pun pulang dengan mesranya menuju kontrakan di Blunyah. Sesampainya di kontrakan mbah Dj menyalakan sebatang Class Mild. Rokok pun selesai dihisap, beberapa saat kemudian nomor XL maha legit saya berdering “Oi cing lapar! saya di tamsis sendirian” ternyata Dj scut a.k.a Dj Sufi es-em-es. Sang Dj pun dengan sigapnya membalas “Ya sudah ayo saya temenin tapi kau ke boulevard UGM”. Sms sang Dj pun terkirim ke Dj Sufi, akhirnya deal sudah perjanjian kencan malam antar Dj kesepian. Saya mengeluarkan motor busuk saya keluar dari garasi dan segera berangkat menuju boulevard. Tapi apa dosa mbah Dj, sesampainya di depan apotek gadjah mada ban motor busuk sang Dj bocor. Dengan sedikit memaksakan sang Dj menuju boulevard dan akhirnya bertemu Dj Sufi yang sudah lebih dulu sampai. Sang Dj dan Dj Sufi menuju tambal ban deket bunderan UGM yang buka hampir 24 jam. Akhirnya diketahui bahwa ban motor sang Dj harus diganti, sekali lagi saya hanya membawa duit sisa di kasih temen pas di Burjo dan tidak membawa duit lain. Untunglah Dj Sufi membawa beberapa duit yang cukup untuk mengganti ban motor.

Perjalanan dengan Dj sufi dimulai dengan memutuskan makan dan nongkrong di Sego Macan sebelah lapangan Klebengan. Setelah berfikir beberapa saat, daripada kencan malam dengan Dj Sufi saja mendingan trisum bersama Dj Klenik atau malah quadsum bersama Ari juga yang merupakan pasangan MaHo dari seturan. Saya memutuskan untuk es-em-es si Klenik, tapi karena saya terlalu bodoh ternyata saya sms Dj Sufi. Dengan nada tidak berdosa si Sufi pun berkata kepada sang Dj, “hai laso, kenapa kau sms saya!”. Serta merta sang Dj pun tertawa dan berkata “Woh, saya salah kirim cing,,,”. Es-em-es ke Klenik pun diulangi dan wow “Delivered”. Si Klenik mereply dengan late night calling-nya, “Hai mbah, saya sedang nongkrong di Grisee dengan ari. Tadi diajakin nongkrong tidak mau”. Dengan sedikit speechless sang Dj menjawab si Klenik berdalih tidak ada rencana nongkrong dengan si Sufi. Buntut-buntutnya, Sang Dj pun berkencan dengan Sufi sampai jam 2 pagi di Sego Macan sebelum akhirnya move ke B&G warnet untuk ngejunk!.

Masih banyak ketololan sang Dj setelah hari itu tetapi apa daya jariku capek mengetik. Sang Dj yang maha legit itu bernama Dj AO yang merupakan kependekan dari Digital Junk AntO. My stupidity is so much fun – My intelligence makes me so cool! ki shi shi shi shi shi (Gecko Moria of One Piece Style)

(Ikuti kisah-kisah selanjutnya : Sang Dj kehilangan kunci kosnya dan Bocornya Ban Motor Dj Sufi Ketika Bersama Sang Dj).

Advertisements